JEMBRANA, 24 Juni 2026 Tabloidtipikornews.com– Dalam upaya meningkatkan profesionalisme, ketangguhan fisik, serta kemampuan beladiri praktis di lapangan, personil dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1617/Jembrana mengikuti kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer (PSM). Ujian krusial ini memfokuskan pada transisi kemampuan prajurit dari sabuk kuning menuju sabuk hijau, yang diselenggarakan bertempat di Lapangan Makoyonif 741/GN, Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
Kegiatan ini merupakan agenda penting dalam pembinaan mental dan fisik prajurit, yang diikuti oleh ratusan personil gabungan dengan total peserta mencapai sekitar 600 orang termasuk anggota dari Yonif 741/GN. Kehadiran para perwira jajaran, di antaranya Danramil 1617-01/Jembrana Kapten Inf Abdul Wahid, Pajasrem 163/WSA Kapten Inf Made Mahardika, Dankima Yonif 741/GN Kapten Inf Made Sumerta Adi, serta Pasiops Yonif 741/GN Lettu Inf Ilyas, menegaskan pentingnya kualifikasi beladiri ini bagi setiap prajurit.
Pajasrem 163/WSA, Kapten Inf Made Mahardika, saat memimpin apel pengecekan personil menyampaikan bahwa ujian kenaikan tingkat dari sabuk kuning ke sabuk hijau ini merupakan bentuk evaluasi penting.
Kualifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen vital untuk mengukur ketangguhan fisik, mental, disiplin, sekaligus memantapkan kemampuan beladiri praktis para anggota Kodim 1617/Jembrana guna mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.
Ujian ini dinilai secara ketat oleh Tim Penguji PSM yang terdiri dari enam personil ahli, di antaranya Serka M Afni Yuda Pratama, Serda Gede Erik Suryantara, Sertu Kadek Wira, Serda Juana Waismaya, dan Pratu Setevanus Muli Ola. Seluruh peserta diuji melalui serangkaian materi komprehensif untuk memastikan kelayakan mereka menyandang tingkatan sabuk yang baru.
Adapun standarisasi materi yang wajib dikuasai dan diujikan kepada para personil meliputi:
1. Sikap Dasar & Kedudukan: Meliputi sikap siap, istirahat, penghormatan (berdiri/duduk), berbagai bentuk kuda-kuda taktis, sikap bangun twist, salam perguruan, delapan sikap pasang, delapan penjuru, serta teknik perubahan kedudukan langkah.
2. Teknik Serangan: Menguji akurasi pukulan (sejajar, silang, atas, melingkar, berganda, setengah mengepal), tusukan, parangan (1 s.d 4), sabetan (1 s.d 3), sodokan, serta efektivitas serangan kaki (berbagai teknik tendangan dan melutut).
3. Teknik Pertahanan & Penyelamatan: Meliputi penguasaan tangkisan (atas, bawah, silang), tolakan (atas, bawah, luar, dalam), hindaran (buangan, tangkapan, tutupan), drop, serta teknik jatuhan aman (jungkir dan patah).
4. Kuncian & Jurus Militer: Penguasaan kuncian taktis tangan, bahu, leher, dan kaki; penguasaan Jurus Pencak Silat Militer (Jurus PSM 1, 2, 3, dan 4); serta Rangkaian Gerak Berpasangan-1 (RGB-1).
5. Teknik Pembelaan Taktis: Aplikasi taktis dalam mengatasi tangkapan tangan, mengatasi cekikan, serta meredam serangan pukulan maupun tendangan musuh.
Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan evaluasi menyeluruh oleh Tim Penguji PSM. Berkat kedisiplinan yang tinggi dan kesiapan fisik yang matang dari para personil Kodim 1617/Jembrana, seluruh tahapan ujian kenaikan tingkat sabuk Pencak Silat Militer ini dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.
(Gus)
