JEMBRANA Tabloidtipikornews.com – rabu 21Oktober, 2026– Dalam upaya memperkuat sistem mitigasi dan penanganan darurat bencana di wilayah Kabupaten Jembrana, personel Kodim 1617/Jembrana menghadiri Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Klaster Logistik Penanggulangan Bencana.
Kegiatan yang digagas oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana ini berlangsung di Nirwana Garden, Jalan Sawerangsasa, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana.
Dandim 1617/Jembrana yang diwakili oleh Pasi Inteldim 1617/Jembrana, Kapten Chk I Komang Agus Adhiawan, S.H., bersama Pasi Opsdim 1617/Jembrana, Kapten Czi Ida Made Putra, hadir secara langsung mewakili unsur TNI Angkatan Darat guna memberikan masukan strategis terkait penguatan manajemen dan distribusi logistik saat terjadi tanggap darurat bencana.
Kegiatan FGD dibuka secara resmi oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, S.Sos., serta dihadiri oleh perwakilan unsur jajaran Forkopimda, instansi pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi relawan, dan pemangku kepentingan terkait di Kabupaten Jembrana.
Kalaksa BPBD Kabupaten Jembrana dalam sambutannya menekankan pentingnya pembentukan dan penyusunan SOP Klaster Logistik agar penanganan bencana di lapangan dapat berjalan secara terstruktur, terukur, serta transparan. Keberadaan SOP ini diharapkan mampu menyelaraskan komando dan koordinasi antarinstansi sehingga bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak dapat terdistribusi dengan cepat dan akuntabel.
Kehadiran personel Kodim 1617/Jembrana dalam forum diskusi ini menegaskan komitmen TNI AD untuk selalu hadir dan bersinergi dengan seluruh elemen pemerintah daerah serta masyarakat dalam mengantisipasi potensi bencana alam di wilayah Jembrana.
Melalui penyusunan SOP ini, diharapkan koordinasi pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana dapat terjalin secara optimal demi keamanan dan keselamatan warga.
Rangkaian kegiatan FGD yang meliputi pemaparan draft SOP, pemetaan peran instansi, hingga diskusi penajaman materi berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.
