(Foto: Penumpukan sampah hampir sepekan)
Pegadungan Tabloidtipikornews.com— Penumpukan sampah terjadi di wilayah RW 07 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena sampah rumah tangga disebut telah menumpuk selama hampir satu minggu dan menimbulkan bau di lingkungan permukiman.
Menanggapi kondisi itu, pihak Satpel Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Kalideres menjelaskan bahwa keterlambatan pengangkutan terjadi akibat pembatasan kuota pembuangan sampah ke TPST Bantargebang pasca terjadinya longsor di area tersebut.
Budi Rohman dari Satpel LH Kecamatan Kalideres mengatakan saat ini pengangkutan sampah dilakukan secara bergiliran karena jumlah armada yang mendapat izin ritasi ke Bantargebang dibatasi.
“Pasca longsor TPST Bantargebang dilakukan pembatasan kuota sehingga terjadi penumpukan sampah. Penanganan dilakukan secara bergiliran,” ujarnya kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Kamis (8/5/2026).
Ia menjelaskan, dari total sekitar 308 unit kendaraan pengangkut sampah di Jakarta Barat, saat ini hanya sekitar 135 unit yang diizinkan melakukan pembuangan ke Bantargebang setiap harinya. Kondisi tersebut menyebabkan ratusan ton sampah tidak dapat terangkut.
“Diperkirakan ada sekitar 865 ton sampah per hari di Jakarta Barat yang sementara tidak terangkut akibat pengurangan ritasi,” katanya.
Selain melakukan pengangkutan bertahap, Satpel LH juga mengaku terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah rumah tangga agar hanya sampah residu yang dibuang ke Bantargebang.
Sementara itu, warga berharap pemerintah dapat mempercepat penanganan di wilayah RW 07 Pegadungan karena kondisi penumpukan sampah dinilai sudah mengganggu kenyamanan lingkungan dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan.
Pihak Satpel LH Kecamatan Kalideres memastikan penanganan akan terus dilakukan secara bertahap dan menyebut wilayah terdampak akan ditangani secara bergiliran melalui program “penggempuran sampah” dengan mengerahkan armada yang masih mendapat kuota ritasi.
(Red)
