MENDOYO, JEMBRANA Tabloidtipikornews .com– Semangat gotong royong kembali membumbung di wilayah Koramil 1617-02/Mendoyo, Kapten Inf. I Made Sujana Arianta. Dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur desa, jajaran TNI bersama warga masyarakat setempat melaksanakan aksi kerja bakti pengecoran Abutmen Tepi Jauh pada proyek Jembatan Perintis Garuda, Nusemara desa yehembang kauh, kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Rabu (06/05/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danramil 1617-02/Mendoyo, yang turun ke lapangan untuk memastikan teknis pengerjaan berjalan lancar sekaligus memotivasi warga yang hadir.

Poin Utama Pembangunan:

Tahap Krusial: Pengecoran abutmen (kepala jembatan) pada sisi tepi jauh dan tepi dekat merupakan pondasi vital yang akan menentukan kekuatan dan stabilitas struktur jembatan secara keseluruhan.

Pengerjaan dilakukan sepenuhnya dengan metode gotong royong, menggabungkan keahlian teknis personel TNI dengan tenaga swadaya masyarakat.

Puluhan warga dari berbagai lapisan usia tampak antusias membantu, mulai dari pengangkutan material hingga pencampuran beton secara manual dan estafet.

Danramil 1617-02/Mendoyo, Kapten Inf. I Made Sujana Arianta menyampaikan

“Jembatan Perintis Garuda ini bukan sekadar konstruksi beton, melainkan simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan metode gotong royong, kita tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mempererat rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas publik yang sedang dibangun ini.”

Dampak Bagi Masyarakat

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan dapat:

1. Meningkatkan Aksesibilitas: Mempermudah mobilitas warga antardusun yang selama ini terhambat kendala geografis.

2. Pemerataan Ekonomi: Memperlancar distribusi hasil pertanian dan logistik lokal.

3. Keamanan Jalur: Menyediakan akses yang lebih aman bagi anak-anak sekolah dan pengendara terutama saat musim penghujan.

Pengecoran tahap ini dijadwalkan rampung dalam waktu dekat sebelum melanjutkan ke tahap pemasangan gelagar jembatan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam aksi ini membuktikan bahwa tantangan pembangunan infrastruktur di tingkat pedesaan dapat diatasi dengan sinergi yang kuat antara aparat dan warga.

By admin