– tabloidtipikornews.com
Orang bilang romantis itu harus mahal, harus mewah, harus bunga dan hadiah besar.
Bagi kami tidak.
Romantis versi Aku dan Engkau itu sederhana, tapi setiap hari membuatku semakin yakin, bahwa kaulah cinta terakhirku.
Romantisnya adalah ketika aku pulang kerja dengan lelah, dan engkau menyambutku dengan kalimat, “Capek ya? Sini cerita, aku dengerin.”
Romantisnya adalah ketika engkau tidak pernah menuntutku untuk menjadi orang kaya, kau hanya menuntutku untuk selalu jujur.
Romantisnya adalah ketika aku sakit, kau lebih panik daripada ibuku sendiri. Kau cerewet menyuruhku minum obat, menyuruhku istirahat. Cerewet yang paling aku rindukan.
Aku pernah berkata padamu, “Kenapa kamu begitu perhatian padaku? Padahal aku ini bukan siapa-siapa.”
Kau menjawab dengan jawaban yang sampai sekarang membuatku meleleh, “Karena aku tidak mencintai siapa kamu dulu, aku mencintai siapa kamu sekarang, dan siapa kamu nanti bersamaku. Aku ingin kamu tau rasanya dicintai dengan benar setelah kemarin kamu disia-siakan.”
Sejak saat itu aku berjanji.
Jika dulu aku pernah memberikan segalanya untuk orang yang salah, yang tega meninggalkan dan menelantarkan, maka sekarang aku akan memberikan segalanya dua kali lipat untuk orang yang benar, yaitu kamu.
Terima kasih ya, sudah memberiku perhatian lebih dari sebelumnya. Terima kasih sudah membuatku merasakan bahagia yang sesungguhnya setelah menemukan cinta baru ini.
Cinta kita tidak perlu tamat. Karena setiap hari adalah cerita romantis baru untuk kita.
Bersambung ke Part 8…
Penulis:Rizky
