TabloidTipikorNews.com

Apa arti judul Aku, Engkau, dan Dia? Banyak orang mungkin mengira cerita ini tentang kehadiran orang ketiga.

Bukan.

AKU adalah diriku yang pernah terjatuh dan tersungkur pada 31 Agustus 2026.

ENGKAU adalah engkau, wanita tulus yang kini aku cintai.

DAN DIA adalah masa lalu kelam kami berdua yang telah kami tinggalkan jauh di belakang.

Setelah kami memutuskan untuk saling mencintai, hidupku berubah 180 derajat.

Aku mendapatkan perhatian yang begitu besar, sesuatu yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Jika dulu aku harus mengemis perhatian, kini aku justru dibanjiri kasih sayang. Pagi dibangunkan dengan doa, siang ditanya sudah makan atau belum, dan malam ditemani bercerita hingga tertidur.

Sesederhana itu, tetapi bagiku terasa begitu istimewa. Sesuatu yang mungkin terlihat biasa bagi orang lain, justru menjadi kemewahan tersendiri bagiku.

Wanita yang kini kucintai memang berbeda. Ia tidak hanya mencintaiku ketika aku sedang kuat, tetapi juga mampu memelukku erat saat aku menceritakan luka-luka masa laluku.

Ia pernah berkata:

“Aku tidak akan pernah menjadi seperti dia yang meninggalkanmu saat kau terjatuh. Aku akan tetap di sini, menambah kebahagiaanmu, bukan menambah lukamu.”

Dan benar saja. Sejak kehadirannya dalam hidupku, aku merasa jauh lebih bahagia.

Aku menjadi lebih bersemangat dalam bekerja, lebih giat menata kehidupan, dan lebih mudah tersenyum menjalani hari-hari.

Dulu, aku berpikir bahwa 31 Agustus adalah akhir dari segalanya.

Namun ternyata, 31 Agustus justru menjadi awal dari kebahagiaan yang sesungguhnya.

Kini aku mengerti, setelah melewati begitu banyak luka dan pengkhianatan, Tuhan akhirnya mempertemukanku dengan seseorang yang tepat.

Seseorang yang memberiku perhatian, ketulusan, dan kasih sayang yang selama ini kurindukan.

Ternyata, kehilangan bukan selalu akhir dari kebahagiaan. Terkadang, Tuhan mengambil sesuatu dari hidup kita untuk mempertemukan kita dengan seseorang yang jauh lebih tepat.

Bersambung ke Part 7..

By admin