(Foto dok :Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.)
BantenTabloidTipikorNews.com β Sejak kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat terus menggencarkan reformasi birokrasi sebagai bagian dari upaya menekan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di lingkungan pemerintahan.
Pembenahan tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional melalui program Asta Cita, khususnya pada poin penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Melalui agenda Asta Cita, pemerintah menekankan pentingnya profesionalisme aparatur negara serta peningkatan kualitas pelayanan publik agar masyarakat memperoleh pelayanan administrasi yang cepat, transparan, dan bebas dari praktik nepotisme maupun penyalahgunaan kewenangan.
Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian publik ialah pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), yang dinilai sebagai langkah penataan sumber daya aparatur guna meningkatkan kinerja pelayanan sekaligus meminimalisir praktik titipan jabatan dalam birokrasi.
Sorotan pelayanan publik turut muncul di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), khususnya pada Kantor Wilayah Banten.
AR, salah satu pemohon layanan administrasi pertanahan, mengaku harus beberapa kali kembali ke kantor pelayanan untuk melengkapi persyaratan administrasi yang dinilai tidak disampaikan secara menyeluruh sejak awal proses pengajuan.
βKenapa kekurangan data tidak langsung disampaikan sekaligus? Jadi masyarakat tidak perlu bolak-balik hanya untuk melengkapi berkas,β ungkap AR.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa semangat reformasi birokrasi dalam kerangka Asta Cita masih memerlukan implementasi yang konsisten hingga tingkat pelayanan teknis di lapangan.
Masyarakat berharap pembenahan birokrasi yang tengah dijalankan pemerintah benar-benar mampu menghadirkan aparatur yang profesional, akuntabel, serta memberikan pelayanan publik yang humanis dan responsif.
(Syaipul)
