(Foto : Dok. Audiensi wartawan dengan manajemen RSUD Berkah Pandeglang)
Pandeglang, Banten Tabloidtipikornews com — Koordinator Gabungan Organisasi Wartawan Banten (GOW-B) menggelar konferensi pers dan audiensi di ruang Humas RSUD Berkah Pandeglang, Selasa (10/03/2026). Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Kabid Pelayanan Medis (Yanmed) dr. Sulaiman, didampingi Kasi Program Usri dan Humas Ipan.
Koordinator GOW-B yang juga Ketua DPC GWI Pandeglang, Reynold Kurniawan, menyampaikan sejumlah sorotan serius terhadap kondisi RSUD Berkah Pandeglang. Menurutnya, rumah sakit tersebut tengah menghadapi berbagai persoalan mulai dari dugaan krisis manajemen, pelayanan yang dinilai kurang maksimal, hingga masalah keuangan.
Ia menyoroti laporan masyarakat terkait kelangkaan obat di rumah sakit yang menyebabkan pasien BPJS, baik rawat jalan maupun rawat inap, harus membeli obat di luar. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat Pandeglang terhadap pelayanan RSUD Berkah.
Selain itu, GOW-B juga menyoroti dugaan defisit anggaran serta kemungkinan adanya penyalahgunaan dana. Bahkan, sejumlah pihak berencana melaporkan persoalan tersebut kepada KPK agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kondisi ini membuat kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Berkah menurun. Banyak keluhan terkait pelayanan medis, administrasi, hingga pemberkasan pasien. Rumah sakit ini perlu segera dibenahi agar kembali memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujar Reynold.
Ia juga menilai Direktur RSUD Berkah Pandeglang, dr. Firman, sulit dihubungi ketika dimintai klarifikasi oleh organisasi wartawan maupun elemen masyarakat lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Yanmed RSUD Berkah Pandeglang dr. Sulaiman menyampaikan bahwa pihak rumah sakit akan segera melakukan evaluasi terkait ketersediaan obat dan peningkatan pelayanan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas masukan yang disampaikan oleh Gabungan Organisasi Wartawan Banten. Terkait pembelian obat di luar rumah sakit, pasien dapat mengajukan klaim kepada pihak RSUD dan akan kami bayarkan. Insyaallah ke depan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi,” jelasnya.
(Ahmad)

