TabloidTipikorNews.com

Dulu, setelah dikhianati dan ditinggalkan saat terjatuh pada 31 Agustus 2026, aku begitu takut untuk menatap masa depan.

Bagiku, masa depan terasa gelap. Aku tidak lagi percaya pada kata setia. Bahkan, kata selamanya seolah kehilangan maknanya.

Namun, sejak engkau hadir dalam hidupku, perlahan semua ketakutan itu mulai menghilang.

Malam itu, di bawah langit Tigaraksa, aku menggenggam erat tanganmu. Dengan penuh keyakinan, aku mengucapkan sebuah janji.

“Aku berjanji, tidak akan pernah menjadi seperti dia yang pernah menyakitimu. Aku juga tidak akan pernah menjadi seperti dia yang pernah menyakitiku. Kita adalah dua orang yang pernah terluka, jadi kita tahu bagaimana rasanya disakiti. Karena itu, jangan sampai kita justru saling menyakiti.”

Aku berjanji untuk setia. Bukan karena terpaksa, bukan pula sekadar kata-kata untuk menyenangkan hatimu. Namun, karena aku merasa telah menemukan rumah. Sebuah tempat untuk hatiku yang selama ini lelah mengembara.

Engkau pun menjawab janjiku dengan penuh ketulusan.

“Aku juga berjanji akan selalu memberikan perhatian lebih kepadamu dari sebelumnya. Aku ingin selalu membuatmu bahagia. Mari kita bangun masa depan bersama, dari nol, pelan-pelan, tidak harus terburu-buru. Yang terpenting, kita menjalaninya berdua.”

Sejak hari itu, kami tidak lagi banyak berbicara tentang “aku” dan “engkau”.

Kini, yang selalu kami bicarakan adalah KITA.

Kita ingin membangun apa di masa depan?

Kita ingin tinggal di mana?

Kita ingin menjadi orang tua seperti apa kelak?

Bahkan, hal-hal sederhana pun mulai menjadi bagian dari mimpi yang kami rajut bersama.

Jika dahulu pengkhianatan mengajarkanku untuk takut menatap masa depan, kini kehadiranmu mengajarkanku kembali untuk berani bermimpi.

Bukan lagi tentang masa depan seorang diri, melainkan tentang masa depan yang ingin kita bangun bersama.

31 Agustus 2026 adalah hari ketika aku merasa kehilangan segalanya. Namun, hari ini menjadi awal bagiku untuk kembali membangun harapan, menata kehidupan, dan memperjuangkan kebahagiaan bersamamu.

Aku tidak tahu seberapa panjang perjalanan yang akan kita lalui. Aku juga tidak tahu ujian apa yang kelak akan datang. Namun, satu hal yang aku yakini, selama kita saling menjaga, saling percaya, dan tidak menyerah satu sama lain, aku ingin terus berjalan bersamamu.

Ini bukan akhir dari cerita kita.

Ini adalah awal dari sebuah janji setia. Janji untuk saling menjaga, saling menguatkan, dan memperjuangkan masa depan bersama.

Karena kali ini, aku tidak ingin hanya menemukan seseorang untuk dicintai. Aku ingin menemukan seseorang yang bersedia menua bersamaku.

Bersambung ke Part 9… Perjuangan Membangun Masa Depan.

Penulis: Rizky

By admin