JEMBRANA, BALIĀ Tabloidtipikornews.comā Komando Distrik Militer (Kodim) 1617/Jembrana menegaskan loyalitas mutlak dan komitmen penuh dalam mengawal serta menyukseskan seluruh agenda strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hingga ke tingkat pedesaan. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui akselerasi pengerjaan fisik Pembangunan Jembatan Beton Perintis Garuda Tahap VI di wilayah Sungai Sarikuning, Banjar Brawantangi, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.
Proyek infrastruktur vital ini menjadi urat nadi baru yang menghubungkan mobilitas warga antarwilayah, yakni Banjar Brawantangi di Desa Tukadaya dengan Banjar Moding di Desa Candikusuma. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk memperlancar arus perekonomian masyarakat, meningkatkan aksesibilitas sosial, serta mendorong pemerataan kesejahteraan berbasis pedesaan sesuai dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Komandan Kodim (Dandim) 1617/Jembrana Letkol Inf S. Y. Gafur Thalib, S.I.P., menegaskan bahwa seluruh jajaran prajurit Kodim 1617/Jembrana berdiri tegak lurus mengemban amanah pimpinan negara demi kesejahteraan rakyat.
“Loyalitas kami kepada Presiden Prabowo Subianto adalah harga mati yang diwujudkan dalam kerja nyata di lapangan. Kodim 1617/Jembrana siap mengerahkan seluruh semangat, tenaga, dan sumber daya untuk menyukseskan program-program strategis Bapak Presiden.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VI ini bukan sekadar pengerjaan fisik, melainkan simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun Indonesia yang kuat dari pedesaan,” tegas Letkol Inf S. Y. Gafur Thalib
Dandim menambahkan, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para prajurit di lapangan bersama masyarakat setempat merupakan cerminan tekad TNI untuk memastikan program prioritas pemerintah pusat terlaksana dengan presisi, cepat, dan memberikan manfaat langsung yang berkelanjutan bagi masyarakat Jembrana.
Pada pengerjaan Tahap VI ini, personel Kodim 1617/Jembrana melancarkan berbagai tahapan teknis intensif, meliputi pembersihan dan persiapan lahan, perambuan/boplank jembatan, penggalian abutmen tepi dekat, tepi jauh, hingga tiang tengah. Selain itu, pengerjaan berfokus pada fabrikasi keropak sumuran, pengukuran, penggalian, perakitan besi, hingga pengecoran dasar abutmen jembatan.
Kodim 1617/Jembrana memastikan seluruh proses pengerjaan berjalan sesuai dengan standar teknis dan efisiensi waktu yang ditargetkan, sehingga aksesibilitas penyeberangan tersebut dapat segera dirasakan manfaatnya secara optimal oleh masyarakat Desa Tukadaya dan Desa Candikusuma.
(Gus)
