(Foto: Dok Istimewa)

KARAWANG Tabloidtipikornews .com— Puluhan ribu aparatur desa se-Jawa Barat yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih menggelar aksi besar-besaran di depan gerbang PT Pertiwi Lestari, kawasan industri Artha, Telukjambe Barat, Karawang, Senin (6/4/2026).

Aksi tersebut merupakan buntut dari dugaan pemukulan dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum sekuriti perusahaan terhadap aparatur Desa Wanasari pada akhir Maret lalu.

Sejak pagi hari, massa aksi telah memadati lokasi sambil menyampaikan orasi secara bergantian dari atas mobil komando. Mereka menuntut pertanggungjawaban pihak perusahaan atas insiden yang dinilai mencederai marwah aparatur desa.

Ketua APDESI Jawa Barat, Sukarya WK, dalam orasinya menyampaikan bahwa pihaknya telah menempuh jalur komunikasi sebelum aksi digelar.

“Kami sudah dua kali melayangkan surat resmi kepada pihak perusahaan dalam kurun waktu 10 hari, namun tidak ada tanggapan,” ujarnya di hadapan massa.

Ia juga membenarkan adanya dugaan pengeroyokan yang melibatkan oknum sekuriti serta kelompok organisasi masyarakat yang diduga terkait dengan perusahaan.

Menurutnya, aparat desa sebelumnya telah mengedepankan langkah persuasif. Namun, sikap perusahaan yang dinilai tidak responsif memicu kekecewaan hingga berujung pada aksi unjuk rasa besar tersebut.

Sementara itu, perwakilan aparatur desa dari APDESI Kabupaten Garut menegaskan bahwa kasus tersebut harus diproses secara hukum.

“Ini negara hukum. Perusahaan harus memproses sekuriti yang melakukan pemukulan terhadap aparat Desa Wanasari. Kami menunggu itikad baik dari perusahaan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh aparatur desa untuk menjaga solidaritas serta tidak gentar terhadap intimidasi. Bahkan, massa mengancam akan kembali dengan jumlah yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak direspons.

“Jika tidak digubris, kami akan datang kembali dengan massa yang lebih besar. Semangat kami lahir dari kebersamaan, sekuat teriknya matahari siang ini,” lanjutnya.

APDESI menyebut memiliki jaringan lebih dari 70 ribu desa di seluruh Indonesia, termasuk dukungan dari anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dalam aksi tersebut, hampir seluruh perwakilan aparatur desa se-Jawa Barat turut hadir.

Sebelumnya, bentrokan antara perangkat Pemerintah Desa Wanasari dan pihak PT Pertiwi Lestari terjadi pada Selasa (31/3/2026). Insiden tersebut diduga dipicu oleh sengketa aset desa berupa 12 kabel optik yang berada di dalam kawasan perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pertiwi Lestari belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa aksi.

(Risky)

By admin