Denpasar tabloidtipikornews,com— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasional Corruption Watch (NCW) Bali menggelar audiensi dengan Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana pada Rabu (7/1/2026). Audiensi yang berlangsung di Markas Kodam IX/Udayana tersebut membahas penguatan sinergitas dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Bali.
Audiensi DPW NCW Bali yang diketuai oleh Wong Kok Liang diterima langsung oleh Inspektur Kodam (Irdam) IX/Udayana Brigjen TNI Subagyo W.G., didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Kodam IX/Udayana Kolonel Kav. Guruh, serta jajaran Inspektorat Kodam IX/Udayana, yakni Kolonel Inf. Anton Siswanto selaku Irutum Itdam IX/Udayana dan Letkol Inf. Kaharuddin, S.Ag. sebagai Irdya Intel Itdam IX/Udayana.
Dalam pertemuan tersebut, DPW NCW Bali menyampaikan bahwa Nasional
Corruption Watch (NCW) merupakan organisasi independen non-pemerintah yang berperan melakukan pengawasan terhadap praktik-praktik korupsi serta bersinergi dengan pemerintah dan aparat negara. DPW NCW Bali berharap dapat membangun kerja sama, komunikasi, dan koordinasi yang berkelanjutan dengan Kodam IX/Udayana guna mendukung upaya pemberantasan korupsi di wilayah Bali.
Menanggapi hal tersebut, Brigjen TNI Subagyo W.G. menyampaikan sejumlah masukan strategis. Ia menekankan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat serta menjalankan setiap program kerja secara bertanggung jawab.
“Prinsip utama dalam menjalankan organisasi adalah membangun sinergi dengan siapa pun dan bertanggung jawab penuh atas setiap tugas yang diemban,” ujarnya.
Selain membahas tujuan dan peran DPW NCW Bali, audiensi tersebut juga menyinggung sejumlah isu strategis lainnya, salah satunya permasalahan sampah di Bali yang hingga kini masih menjadi persoalan kompleks dan memerlukan penanganan lintas sektor.
Brigjen Subagyo menyoroti dampak sosial dan ekonomi dari persoalan sampah, khususnya terkait rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Menurutnya, penutupan TPA secara tiba-tiba dapat menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa sampah sejatinya dapat menjadi peluang ekonomi apabila dikelola dengan baik. “Sampah yang diolah, misalnya menjadi pupuk atau produk lainnya, memiliki nilai ekonomis dan dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat,” tambahnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama dan sinergitas yang berkelanjutan antara DPW NCW Bali dan Kodam IX/Udayana, tidak hanya dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi, tetapi juga dalam mendorong penyelesaian berbagai persoalan lingkungan di Bali.
(Gus)
